Jumat, 21 April 2017

Stoikiometri

Stoikiometri

 

Dalam ilmu kimiastoikiometri (kadang disebut stoikiometri reaksi untuk membedakannya dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia). Kata ini berasal dari bahasa Yunanistoikheion (elemen) dan metriā (ukuran).
Stoikiometri didasarkan pada hukum-hukum dasar kimia, yaitu hukum kekekalan massa,hukum perbandingan tetap, dan hukum perbandingan berganda.
Contoh: {\displaystyle {\rm {{}{\frac {2.00\ g\ NaCl}{58.44\ g\ NaCl\ mol^{-1}}}=0.034\ mol}}}
{\displaystyle {\rm {{}\left({\frac {2.00\ g\ NaCl}{1}}\right)\left({\frac {1\ mol\ NaCl}{58.44\ g\ NaCl}}\right)=0.034\ mol}}}
{\displaystyle {\rm {{}\left({\frac {85\ g\ Fe_{2}O_{3}}{1}}\right)\left({\frac {1\ mol\ Fe_{2}O_{3}}{160\ g\ Fe_{2}O_{3}}}\right)\left({\frac {2\ mol\ Al}{1\ mol\ Fe_{2}O_{3}}}\right)\left({\frac {27\ g\ Al}{1\ mol\ Al}}\right)=28.6875\ g\ Al}}}
Stoikiometri gas adalah suatu bentuk khusus, di mana reaktan dan produknya seluruhnya berupa gas. Dalam kasus ini, koefisien zat (yang menyatakan perbandingan mol dalam stoikiometri reaksi) juga sekaligus menyatakan perbandingan volume antara zat-zat yang terlibat.
-
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stoikiometri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar